Yup..mari kita hindari sifat egois dan merasa pintar sendiri. Sifat tercela tersebut gue sarankan untuk dihindari karena sangat merugikan diri sendiri dan orang lain disekitarnya.
Keegoisan dan merasa pintar sendiri hanya akan memicu tumbuh suburnya eklusivisme,individualisme yang berujung kepada perselisihan dan perpecahan. Kenapa? akibat menganggap pendapat orang lain disekitarnya (baca: orangtua,anak,suami/istri,saudara,kerabat,teman) salah & bodoh, tidak layak untuk diajak berdiskusi, maka seringkali untuk memperkuat argumen dan eksistensi pendapatnya dan juga dalam rangka mencari teman berdiskusi yang sepaham, orang-orang yang egois dan merasa pintar sendiri tersebut merasa perlu untuk menciptakan komunitas sendiri.
Akhirnya terjadilah GAP yang makin meperlebar jarak antara dirinya dengan orang lain disekitarnya akibat jalan komunikasi ditutup. Kalaupun terjadi diskusi maka yang terjadi adalah perdebatan kusir karena selalu mengedepankan emosi tanpa memperhatikan pendapat orang lain yang didukung oleh argumentasi yang lebih valid. Valid karena fakta yang disodorkan adalah hasil buah pikiran cendikiawan yang memang kapabilitas dan kredibilitas dibidangnya telah diakui oleh dunia. Tidak heran jika orang-orang egois dan merasa pintar tersebut, suatu saat akan kehilangan informasi berharga yang seharusnya dapat diperoleh dan seringkali jika terpojok, lucunya mereka akan mencemooh dengan mengatakan kepada lawan bicaranya kurang wawasan. Lhooo….??
Satu jari menunjuk ke orang lain bodoh, empat jari lainnya menunjuk ke dirinya sendiri bodoh! so, siapa yang lebih bodoh?
Pelajaran bagi kita semua, mari kita taklukan egoisme dan merasa pintar sendiri…gunakan ilmu padi, makin berisi makin merunduk, agar tercerahkan!

0 comments:
Post a Comment