Orang bilang, "apa yang keluar dari mulut itu dari hati". Sering kita dengar sepasang suami-isteri, sepasang kekasih atau hubungan persahabatan rusak karena perkataan yang diucapkan menyinggung/menusuk perasaan salah seorang diantara mereka.
Jika hal tersebut kebetulan menimpa kita, yang dapat kita lakukan adalah bersabar agar tidak terjadi pertengkaran yang lebih hebat. Tetapi Sabar bukan berarti tetap bersikap seperti biasa tidak ada apa-apa padahal hati bergejolak tidak terima…itu namanya munafik..
Manusia bukan robot tanpa perasaan, sangat manusiawi ada perasaan ketersinggungan apabila ada perkataan yang menusuk hati, apalagi perkataan tersebut diucapkan di depan orang lain. Terima saja perasaan itu.
Berikut adalah beberapa tips untuk meredam perkataan buruk orang lain kepada kita.
- Disarankan diam sejenak untuk meredam emosi, mengendalikan amarah & pikiran…sekaligus intropeksi..
- Usahakan paksa/fokuskan pikiran pada hal-hal positif dari diri kita dan dari diri orang yang melontarkan perkataan buruk tersebut.
- Buang jauh-jauh pikiran buruk dan perasaan ingin membalas dengan perkataan yang lebih buruk. Karena dengan membalas hanya akan membuktikan bahwa kita sama buruknya dengan mereka.
- Sugestikan bahwa kita dapat bersikap lebih baik dari mereka dan memang kita LEBIH BAIK!!


